Jika anda memiliki uang sebesar
Rp 200.000,- kemudian anda menggunakannya untuk membeli baju seharga Rp
80.000,- berapa uang kembalian yang harusnya anda terima? Sampai disini
silahkan anda pikirkan jawaban anda sejenak.
Jika anda menjawab Rp 120.000,-
maka jawaban anda tidaklah tepat. Lah kenapa tidak tepat? Karena meskipun anda
memiliki uang Rp 200.000,- tentunya anda cukup membayar baju tersebut hanya
dengan selembar uang Rp 100.000,- tidak perlu sampai dua lembar seratus ribuan
kan? Dengan kata lain uang kembalian yang harusnya anda terima adalah Rp
20.000,-
Saat pertama kali saya
mendapatkan pertanyaan tersebut saya juga salah dalam menjawab. Dan pada
umumnya beberapa orang juga terjebak
saat pertama mendapatkan pertanyaan tersebut. Hal tersebut membuat saya
tertarik untuk membahasnya. Dari kasus pertanyaan tersebut saya mendapatkan
pelajaran, bahwa kadang kita bukannya gagal pada suatu perkara rumit yang
membutuhkan banyak tenaga dan pikiran, malah kita justru gagal dalam jebakan
pada perkara yang remeh dan tak terlihat seperti ganjalan yang berarti.
pada kasus pertanyaan diatas juga
terkesan remeh dan tak susah untuk di jawab, namun percaya atau tidak sikap
tersebutlah yang menjadikan kita lengah sehingga tidak berkonsentrasi. Tidak konsentrasi
menjadikan pikiran menjadi buyar, megaburkan tujuan dari berpikir. Hal tersebut
menjadikan kinerja otak menjadi menurun, memutuskan benang merah dalam proses
berpikir. Menjadikan penyelesaian masalah tidak sampai kepada akarnya, bahkan
dapat memunculkan masalah baru.
Sikap, sikap kita dalam meghadapi
masalah akan sangat menentukan hasil pekerjaan. Penyikapan yang baik akan
menjadi pemantik untuk membentuk kesiagaan setiap indera, kesigapan dalam
bertindak. Dengan kata lain, penyikapan yang baik berbanding lurus dengan
pembentukan konsentrasi yang baik pula. Penyikapan yang baik akan memfokuskan
setiap indera kepada pekerjaan, mengkolaborasikan setiap indera untuk
mendapatkan hasil yang optimal. Kolaborasi indera tersebutlah yang disebut
dengan konsentrasi.
Penyikapan yang baik diperlukan dalam menghadapi
setiap kondisi, baik dalam permasalahan yang rumit maupun dalam perkara yang remeh.
Agar kita tidak lagi terkena jebakan dalam perkara yang kita anggap remeh dan
mendapatkan hasil yang optimal saat menghadapi permasalahan yang rumit. Di
akhir tulisan ini saya ingin menguji anda dengan sebuah pertanyaan – perhatikan
dengan baik. Jika ada sebuah kereta rel listrik melaju ke arah utara, kemana
kah arah asapnya? Silahkan pikirkan sejenak jawabannya. Baik, jika sudah
dipikirkan berikut saya sampaikan jawabannya. Jawabannya adalah kereta tersebut
tidak mengeluarkan asap karena keretanya bertenaga listrik. Hehehe. Selamat
bagi anda yang sudah tepat dalam menjawab, anda telah berhasil menghadapi
jebakan remeh.

No comments:
Post a Comment