Page

Thursday, April 23, 2015

Kurang Lebih


Sudah fitrahnya manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Katanya orang itu harus fokus kepada hal yang menjadi kelebihannya, agar dapat semakin ahli; agar dapat menjadi sukses. Namun kadang praktiknya tak semudah itu, jika kita dihadapkan pada pertanyaan “apa kelebihan anda?”, Kerap kali sebagian dari kita masih meraba-raba dan berpikir keras mencari jawabannya; sebagian yang lain mencoba meyakinkan diri kembali atas keraguan tentang kelebihan yang dimiliki. Malah sebagian dari kita mungkin lebih mudah untuk menyebutkan rentetan kelemahan daripada mencari satu poin tentang kelebihan. Mencari jawaban pertanyaan tersebut saja kita kadang kesusahan, lalu bagaimana kita akan fokus pada kelebihan?. Katanya mengetahui kelebihan dan kekurangan diri itu penting adanya, sebagai sebuah bentuk gambaran bahwa kita mengetahui tentang konsep diri.

Saya pribadi adalah orang yang setuju tentang pentingnya mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Konsep diri adalah komponen yang penting dalam pengembangan diri. Pengembangan diri menuntut waktu untuk berproses dan dukungan dari segala kemampuan diri. Sedangkan kemampuan diri meliputi pada aspek kelebihan dan kekurangan tersebut – yang selanjutnya kemampuan diri disebut sebagai konsep diri yang sebelumnya dimaksudkan. Untuk itu bagi saya menemukan konsep tentang kelebihan dan kekurangan diri tidaklah bisa dirumuskan dalam satu waktu. Menemukan konsep kelebihan dan kekurangan diri adalah sebuah proses panjang dan terus-menerus seirama dengan proses pengembangan diri. Perlu adanya upaya eksplorasi dalam rangka menemukan konsep tersebut.

Karena membutuhkan upaya eksplorasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan, maka kelebihan dan kekurangan dapat berubah seiring dengan proses pengembangan diri. Bisa jadi yang kita anggap sebagai kekurangan hari ini akan menjadi taring dimasa mendatang; begitupun sebaliknya bisa jadi yang kita anggap sebagai kelebihan hari ini akan menjadi bumerang di kemudian hari. Kelebihan dan kekurangan bukanlah sebuah kondisi final yang bersifat statis, kelebihan dan kekurangan akan selalu bersifat dinamis mengikuti proses pengembangan diri sampai menemukan kestabilan.

Ada kalanya mungkin kita terjebak dalam  serentetan kekurangan diri yang menyita waktu dan tenaga untuk memperbaikinya. Yang pada akhirnya kita justru malah susah berkembang karena kehabisan waktu dan tenaga karena hal tersebut. Berikut saya ingin menyampaikan kisah menarik yang pernah saya dapatkan tentang konsep meyikapi kekurangan, barangkali kita dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut.

Dikisahkan terdapat sebuah kerajaan di negeri antah berantah dan waktu yang tidak diketahui. Disana hiduplah seorang raja dan ratu dengan rakyat yang hidup sejahtera, yang mana pemimpin mencintai rakyatnya dan rakyatnya mencintai pemimpinnya. Sang raja memiliki sebuah batu rubi indah dan langka yang didapatkan saat mengembara di waktu muda. Karena sang raja sangat mencintai sang ratu, sebagai perwujudan cintanya pada saat ulang tahun pernikahan sang raja memberikan batu rubi tersebut kepada sang ratu. Tak disangka saat menyerahkan batu tersebut pada sang ratu batu rubi tersebut terjatuh dan meninggalkan bekas goresan dan retakan yang sangat jelas.

Mengingat begitu berharganya batu rubi tersebut bagi sang raja dan sang ratu, akhirnya raja memutuskan untuk mengadakan sayembara. “ Barangsiapa dapat memperbaiki batu rubi tersebut kembali seperti semula maka akan mendapatkan hadiah dari harta pribadi sang raja.” Dalam waktu yang tak lama setelah pengumuman para ahli permata berdatangan. Namun dari seluruh ahli permata yang datang tersebut mengaku tak dapat mengembalikan batu rubi tersebut seperti keadaan semula. Rajapun setengah putus asa.

Keesokan harinya datanglah seorang yang tua dan lusuh mengaku sebagai ahli permata. Lelaki tua tersebut menyampaikan bahwa dia tidak dapat memperbaiki batu rubi tersebut menjadi seperti semula namun dia berjanji dapat membuatnya lebih indah dari sebelumnya,  tapi dengan syarat batu rubi tersebut akan dia bawa pulang dan akan dikembalikan seminggu setelahnya. Rajapun setengah ragu, namun dalam setengah keputusasaannya dia mencoba membulatkan kepercayaan dan menaruhkan harapan pada lelaki tua tersebut. Batu tersebut pun diberikan sang raja untuk diperbaiki si lelaki tua.

Seminggu berlalu, lelaki tersebut pun memenuhi janjinya kembali ke kerajaan. Kehadirannya sedikit memudarkan kekhawatiran sang raja yang menantinya sejak beberapa waktu sebelumnya. Lelaki tua tersebut pun membuka kotak yang berisi batu rubi tersebut, Sang raja yang saat itu juga bersama sang ratu sontak terkejut. Bukan, bukan karena batu rubinya menjadi tidak karuan; raja dan ratu tak menyangka bahwa batu yang sebelumnya tergores dan retak tersebut menjadi begitu indah. Ternyata lelaki tua tersebut mengukir batu rubi tersebut menjadi permata berbentuk bunga mawar.

Karena kebahagian raja dan ratu atas batu rubi berbentuk mawar hasil pekerjaan lelaki tua tersebut, akhirnya si lelaki tua mendapatkan hadiah sesuai dengan janji sang raja. Lelaki tua tersebut pun pulang dengan bahagia, bukan karena besarnya hadiah yang diterimanya tapi karena kebahagian raja dan ratu atas batu rubi berbentuk mawar hasil karyanya tersebut.

Bagaimana kisahnya? Dari kisah tersebut saya pribadi mendapatkan beberapa hikmah setelah membacanya. Bahwa kita mungkin tidak dapat menghilangkan kekurangan ataupun ketidaksempurnaan yang kita miliki, namun kekurangan dan ketidaksempurnaan tersebut dapat kita transformasikan kedalam bentuk lain sebagai sebuah kelebihan. Melalui tangan yang tepat sebuah kekurangan dapat di transformasikan menjadi kelebihan. Maka tugas kita adalah menemukan tangan yang tepat tersebut dalam proses pengembangan diri. Dan jika pada akhirnya pun tak kita temukan perubahan dari satu tangan  ke tangan lainnya maka kita perlu melihat tangan kita sendiri dan mulai mencari jawabannya di sana. Tangan kita sendirilah yang akan membawa kita menuju perubahan tersebut.

2 comments: