Sudah fitrahnya manusia memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Katanya orang itu harus fokus kepada
hal yang menjadi kelebihannya, agar dapat semakin ahli; agar dapat menjadi
sukses. Namun kadang praktiknya tak semudah itu, jika kita dihadapkan pada
pertanyaan “apa kelebihan anda?”, Kerap kali sebagian dari kita masih
meraba-raba dan berpikir keras mencari jawabannya; sebagian yang lain mencoba
meyakinkan diri kembali atas keraguan tentang kelebihan yang dimiliki. Malah
sebagian dari kita mungkin lebih mudah untuk menyebutkan rentetan kelemahan
daripada mencari satu poin tentang kelebihan. Mencari jawaban pertanyaan
tersebut saja kita kadang kesusahan, lalu bagaimana kita akan fokus pada
kelebihan?. Katanya mengetahui kelebihan dan kekurangan diri itu penting
adanya, sebagai sebuah bentuk gambaran bahwa kita mengetahui tentang konsep
diri.
Saya pribadi adalah orang yang
setuju tentang pentingnya mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Konsep diri
adalah komponen yang penting dalam pengembangan diri. Pengembangan diri
menuntut waktu untuk berproses dan dukungan dari segala kemampuan diri.
Sedangkan kemampuan diri meliputi pada aspek kelebihan dan kekurangan tersebut
– yang selanjutnya kemampuan diri disebut sebagai konsep diri yang sebelumnya
dimaksudkan. Untuk itu bagi saya menemukan konsep tentang kelebihan dan
kekurangan diri tidaklah bisa dirumuskan dalam satu waktu. Menemukan konsep
kelebihan dan kekurangan diri adalah sebuah proses panjang dan terus-menerus
seirama dengan proses pengembangan diri. Perlu adanya upaya eksplorasi dalam
rangka menemukan konsep tersebut.
Karena membutuhkan upaya
eksplorasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan, maka kelebihan dan
kekurangan dapat berubah seiring dengan proses pengembangan diri. Bisa jadi
yang kita anggap sebagai kekurangan hari ini akan menjadi taring dimasa
mendatang; begitupun sebaliknya bisa jadi yang kita anggap sebagai kelebihan
hari ini akan menjadi bumerang di kemudian hari. Kelebihan dan kekurangan
bukanlah sebuah kondisi final yang bersifat statis, kelebihan dan kekurangan
akan selalu bersifat dinamis mengikuti proses pengembangan diri sampai
menemukan kestabilan.
Ada kalanya mungkin kita terjebak
dalam serentetan kekurangan diri yang
menyita waktu dan tenaga untuk memperbaikinya. Yang pada akhirnya kita justru
malah susah berkembang karena kehabisan waktu dan tenaga karena hal tersebut.
Berikut saya ingin menyampaikan kisah menarik yang pernah saya dapatkan tentang
konsep meyikapi kekurangan, barangkali kita dapat mengambil hikmah dari kisah
tersebut.
Dikisahkan terdapat sebuah
kerajaan di negeri antah berantah dan waktu yang tidak diketahui. Disana
hiduplah seorang raja dan ratu dengan rakyat yang hidup sejahtera, yang mana
pemimpin mencintai rakyatnya dan rakyatnya mencintai pemimpinnya. Sang raja
memiliki sebuah batu rubi indah dan langka yang didapatkan saat mengembara di
waktu muda. Karena sang raja sangat mencintai sang ratu, sebagai perwujudan
cintanya pada saat ulang tahun pernikahan sang raja memberikan batu rubi tersebut
kepada sang ratu. Tak disangka saat menyerahkan batu tersebut pada sang ratu
batu rubi tersebut terjatuh dan meninggalkan bekas goresan dan retakan yang
sangat jelas.
Mengingat begitu berharganya batu
rubi tersebut bagi sang raja dan sang ratu, akhirnya raja memutuskan untuk
mengadakan sayembara. “ Barangsiapa dapat memperbaiki batu rubi tersebut
kembali seperti semula maka akan mendapatkan hadiah dari harta pribadi sang
raja.” Dalam waktu yang tak lama setelah pengumuman para ahli permata berdatangan.
Namun dari seluruh ahli permata yang datang tersebut mengaku tak dapat
mengembalikan batu rubi tersebut seperti keadaan semula. Rajapun setengah putus
asa.
Keesokan harinya datanglah
seorang yang tua dan lusuh mengaku sebagai ahli permata. Lelaki tua tersebut menyampaikan
bahwa dia tidak dapat memperbaiki batu rubi tersebut menjadi seperti semula
namun dia berjanji dapat membuatnya lebih indah dari sebelumnya, tapi dengan syarat batu rubi tersebut akan dia
bawa pulang dan akan dikembalikan seminggu setelahnya. Rajapun setengah ragu,
namun dalam setengah keputusasaannya dia mencoba membulatkan kepercayaan dan
menaruhkan harapan pada lelaki tua tersebut. Batu tersebut pun diberikan sang
raja untuk diperbaiki si lelaki tua.
Seminggu berlalu, lelaki tersebut
pun memenuhi janjinya kembali ke kerajaan. Kehadirannya sedikit memudarkan
kekhawatiran sang raja yang menantinya sejak beberapa waktu sebelumnya. Lelaki
tua tersebut pun membuka kotak yang berisi batu rubi tersebut, Sang raja yang
saat itu juga bersama sang ratu sontak terkejut. Bukan, bukan karena batu
rubinya menjadi tidak karuan; raja dan ratu tak menyangka bahwa batu yang
sebelumnya tergores dan retak tersebut menjadi begitu indah. Ternyata lelaki
tua tersebut mengukir batu rubi tersebut menjadi permata berbentuk bunga mawar.
Karena kebahagian raja dan ratu
atas batu rubi berbentuk mawar hasil pekerjaan lelaki tua tersebut, akhirnya si
lelaki tua mendapatkan hadiah sesuai dengan janji sang raja. Lelaki tua
tersebut pun pulang dengan bahagia, bukan karena besarnya hadiah yang
diterimanya tapi karena kebahagian raja dan ratu atas batu rubi berbentuk mawar
hasil karyanya tersebut.
Bagaimana kisahnya? Dari kisah tersebut saya pribadi
mendapatkan beberapa hikmah setelah membacanya. Bahwa kita mungkin tidak dapat
menghilangkan kekurangan ataupun ketidaksempurnaan yang kita miliki, namun
kekurangan dan ketidaksempurnaan tersebut dapat kita transformasikan kedalam
bentuk lain sebagai sebuah kelebihan. Melalui tangan yang tepat sebuah
kekurangan dapat di transformasikan menjadi kelebihan. Maka tugas kita adalah
menemukan tangan yang tepat tersebut dalam proses pengembangan diri. Dan jika
pada akhirnya pun tak kita temukan perubahan dari satu tangan ke tangan lainnya maka kita perlu melihat
tangan kita sendiri dan mulai mencari jawabannya di sana. Tangan kita sendirilah
yang akan membawa kita menuju perubahan tersebut.

Kelebihanku apa ya Mi? -_-"
ReplyDeleteHaha..
kamu yang paling tau ma. cari batu rubi versimu. :D
Delete