Page

Sunday, March 22, 2015

Akar Semangat


Kamu dan aku tentunya sudah tahu bahwa semangat memanglah fluktuatif. Kadang kita begitu membara, berapi-api, berkobar-kobar dalam jiwa seolah tak ada yang pernah dapat menghentikan kita. Tapi kadang kita menjadi beku, dingin tak berdaya, diam tak berupaya seolah dunia tak adil karena begitu kejamnya kepada kita.

Jika aku boleh menganalogi, bagiku semangat itu laksana akar. Dia terpendam tapi menopang, dia fondasi yang menguatkan. Semakin kuatnya akar, semakin mengokohkan batang. Kau boleh setuju ataupun tidak, aku hanya ingin berpesan padamu yang kian melesu:

Pastikan semangatmu mengakar di hati, bukan membumbung di langit hati ataupun tersimpan di palung hati. Kala badai menghadang, perkuatlah akar semangat agar pohon upaya tetap bisa menjulang kokoh. Apapun yang terjadi tetaplah bersabar, yakinlah pohon upaya akan membuahkan hasil termanis di penghujung kisah perjuangan.

Tersenyumlah, berikan senyuman yang termanis. Semanis kisah perjuangan yang tak lekang hanya oleh kecapan.

No comments:

Post a Comment