Page

Saturday, March 21, 2015

Secangkir Cokelat


Pernah bertanya apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup? Bagi saya ini adalah pertanyaan yang menarik. Kebanyakan orang barangkali memiliki jawaban yang sama, ingin hidup bahagia. Jika memang begitu, maka pertanyaan selanjutnya adalah apa yang membuat kita bahagia?, maka disanalah menurut saya akan menjawab pula pertanyaan apa yang paling kita inginkan dalam hidup.

Saya pernah mendapatkan sebuah kisah menarik tentang beberapa orang pemuda yang bertamu kepada gurunya. Saat bertamu para pemuda tersebut disajikan satu teko cokelat panas dengan berbagai macam jenis cangkir, mulai dari cangkir yang cantik, yang mahal, sampai yang biasa-biasa saja. Para pemuda tersebut mulai menuangkan coklat pada cangkir masing-masing, kemudian sang gurupun berkomentar, “Lihatlah, kalian mengambil cangkir-cangkir yang terbaik dan menyisakan yang biasa-biasa saja. Sebenarnya yang kalian inginkan cokelatnya atau cangkirnya?”

Apa yang bisa kita dapat dari kisah ini? Saat kita mengambil cangkir-cangkir terbaik, maka saat itulah sering kali kita mulai membanggakan cangkir yang kita genggam dan bahkan kadang membandingkan dengan yang digenggaman orang lain. Kita lupa bahwa sebenarnya yang kita inginkan adalah meminum cokelat, kita sibuk dengan pesona cangkir-cangkir yang menggoda, padahal kita semua tahu yang membuat nikmat bukanlah cangkirnya tapi kualitas dari cokelat.

Dalam keseharian barangkali kita ditanamkan dengan simbol-simbol kebahagian seperti kekayaan maupun kekuasaan. Maka dapat saya katakan bahwa simbol-simbol tersebut adalah cangkirnya, dan kadang atas nama mendapatkan yang terbaik kita banting tulang, kita jungkir balik, kita jatuh bangun, dan pada akhirnya kitapun tak kunjung bahagia. Kita lupa bahwa kualitas kebahagian ada dalam diri, kita terlalu sibuk dengan godaan cangkir-cangkir yang menyilaukan.

Adalah wajar bagi setiap orang ingin mendapatkan yang terbaik, namun sampai disini cobalah kita tanyakan kepada diri kita kembali, Apa yang sebenarnya kita inginkan?

~Bahagia itu sederhana, kita sendiri yang bikin ribet.

No comments:

Post a Comment