Page

Sunday, March 29, 2015

Versi Terbaik


Abraham Maslow – seorang psikolog asal Amerika – memiliki sebuah teori tentang piramida kebutuhan manusia. Dia membagi kebutuhan manusia dalam sebuah hirarki dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Kebutuhan tersebut dimulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan dicintai, kebutuhan dihargai, dan dipuncaki dengan kebutuhan aktualisasi diri.

Aktualisasi diri sebagai puncak kebutuhan manusia diwujudkan dalam keinginan terus menerus untuk memenuhi potensi. Merupakan sebuah kebutuhan untuk mengembangkan kapasitas, bakat, kekuatan, dan sebagainya. Sebuah keinginan untuk menjadi versi terbaik dari diri, sebuah versi yang diwujudkan dalam pengembangan diri tanpa batas. Bagaimana dengan anda? Sudahkah ada  kebutuhan diri untuk mengembangkan potensi? Jika sudah, berarti anda sampai pada gerbang awal perjalanan menuju versi terbaik dari diri anda.

Maslow menyebut teorinya sebagai hirarki “kebutuhan” manusia. Karena disebut sebagai kebutuhan, maka diri kita sendirilah yang dapat memenuhinya – tak bisa diwakilkan kepada orang lain. Sebagai contoh, tak mungkin kita memenuhi kebutuhan fisiologis seperti lapar dan haus kemudian kita meminta orang lain yang makan dan minum. Kebayang bukan? Tak akan pernah menyelesaikan kebutuhan kita. Maka dalam memenuhi kebutuhan aktualisasi diri pun sama, kita sendiri yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Seperti kata pepatah, “If you are searching for that one person that will change your life, take a look in the mirror”. Setelah membaca tulisan ini segera berkaca dan bilang, “Kamu. Iya, kamu yang akan merubah diri ini”.

Maka benarlah firman Allah dalam Surat Ar-Ra’d ayat 11, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka”. Bahwa perubahan memanglah dimulai dari kita sendiri, dan hal ini pun juga berlaku dalam masyarakat. Bahwa dibutuhkan perubahan dari setiap entitas dalam masyarakat untuk dapat membentuk versi terbaik dari negeri kita tercinta, Indonesia.

Pada akhirrnya perubahan yang kita maksudkan tentunya adalah perbaikan yang berkelanjutan. Maka mari kita mulai dengan memperbaiki diri sendiri,  melakukan yang terbaik, dan menjadi versi yang terbaik. Ibda’ binafsi.

No comments:

Post a Comment