Setiap orang
memiliki 24 jam yang sama dalam sehari, namun dalam 24 jam yang sama tersebut ternyata setiap orang memiliki pencapaian yang berbeda.
Saya menyebut dengan pencapaian, bukan sekedar pemanfaatan. Nyatanya ada orang yang sama-sama
“memanfaatkan” setiap satuan waktu dengan beraktivitas namun ternyata mendapatkan hasil yang berbeda. Bahkan ada orang yang menggunakan waktunya hanya dengan berleha-leha namun memiliki pencapaian yang luar biasa, sedangkan di lain sisi ada orang yang
bekerja mati-matian namun tak mendapatkan apa-apa kecuali lelahnya. Meskipun
yang kita bicarakan adalah tentang pencapaian, namun sebenarnya pencapaian tidaklah
terlepas dari pemanfaatan waktu itu sendiri. Pencapaian yang luar biasa selalu
dilatarbelakangi dengan pemanfaatan waktu yang optimal.
Mari kita coba bayangkan jika waktu adalah sebuah wadah besar yang kosong dan setiap orang memiliki wadah dengan ukuran yang sama.
Wadah tersebut menggambarkan 24 jam dalam sehari yang kita miliki. Lalu anggaplah
apapun yang bisa ditampung oleh wadah adalah aktivitas yang kita lakukan dalam
sehari tersebut. Mari bayangkan wadah tersebut kemudian diisi dengan bongkahan
batu hingga penuh. Ilustrasi tersebut merupakan gambaran orang yang dapat mengisi
kesehariannya dengan penuh aktivitas – saya ucapkan selamat jika anda sudah
dapat melakukannya. Namun sebagian orang yang lain ada yang tidak berhenti
dengan hal tersebut, selain mengisi wadahnya penuh dengan bongkahan batu –
mereka juga mengisi rongga yang kosong dengan kerikil-kerikil. Orang-orang
seperti tersebut memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk mendapatkan
pencapaian yang terbaik. Bahkan, bisa jadi sebagian kecil lainnya ada yang
dapat menyisipkan pasir dalam penuhnya wadah dengan batu dan kerikil.
Nah, lalu apa yang orang dengan pencapaian terbaik lakukan dengan wadahnya?
Orang dengan pencapaian terbaik tidak cupuk mengisi wadahnya dengan batu,
kerikil, dan pasir – mereka mengisinya dengan hal-hal yang memiliki nilai lebih
tinggi. Mereka mengisinya dengan karya yang memberikan manfaat. Lalu kenapa ada
orang yang berleha-leha namun memiliki pencapaian yang luar biasa?
Mereka adalah orang yang sadar bahwa waktu yang ia miliki terlalu sedikit untuk
mewujudkan karyanya yang besar. Maka dari itu dia mendelegasikan pekerjaannya, dan akhirnya dia pun tetap memiliki banyak
waktu untuk sedikit berleha-leha dan mencoba mewujudkan karya besar
lainnya.
Tidaklah cukup menghabiskan waktu dengan aktivitas yang melelahkan, haruslah ada nilai dalam setiap tetes keringat yang dikeluarkan. Maka benarlah kata pepatah bahwa waktu itu laksana pedang, jika kita tidak mampu memanfaatkannya, maka ia yang malah akan menebas kita. Jika kita tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam kesia-siaan.

No comments:
Post a Comment